Langsung ke konten utama

Kepergian sang induk elang

 kepergiannya menyisakan luka terdalam bagi sangkarnya


ia tidak pergi melainkan telah membiarkan sang anak tertidur pulas kekenyangan


mata tajamnya yang teduh tidak lagi ada menjadi penenang setiap kegundahan


cangkram tajamnya yang kuat tidak lagi ada menjadi pelindung dari kerasnya dunia diluar sangkar


sang anak masih tertidur lelap tanpa tau sang biyung telah beristirahat panjang dengan tenang


sudah tiba waktunya anak-anak elang terbangun dari mimpinya, 


berkenalan dengan dunia diluar sangkar,


meninggalkan segala kenyamanan guna mencari kenyamanan lain yang sama membahagiakan


hanya sang maha penjaga yang mampu menjaga anak-anak elang yang lugu dan lucu



Surabaya

Senin, 28 Februari 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#15yangketiga

 dua bulan tepat setelah kiamat kecil itu terjadi membuatku harus menyadari bahwa salah satu pintu surgaku yang paling tengah telah tiada  semoga kemuliaan senantiasa tercurahkan untukmu, manusia mulia yang tidak pernah berkata tidak untuk kebahagiaanku semoga kemuliaan senantiasa tercurahkan untukmu, manusia yang selalu berhasil menepis segala kesedihanku semoga kemuliaan senantiasa tercurahkan untukmu, manusia yang senantiasa mampu menjadi telinga terbaik sepanjang masa, pembuat kebijakan terbaik yang pernah ada,  yang tidak pernah merugikanku walau hanya dengan setetes air keringat,     yang tidak pernah menyakitiku walau hanya dengan secuil luka, kau berhasil membuatku merasakan perihnya rindu yang tiada berujung tidak ada yang lebih aku butuhkan saat ini selain dekapan hangatmu selamat beristirahat dengan lelap malaikat tanpa sayap Tuhan lebih tahu yang terbaik untukmu kesayanganku ❤️ #15Februari2022 #15yangketiga

HAMPA 🍃

Hai Surgaku.. Apa kabar? Sudah tenang ya hehe.. Sudah nyaman? Yang disini hanya bisa berlinang ditemani sebuah cahaya temaram Sudah 365 hari saja tanpa ada sosokmu yang hangat Ternyata dunia begitu cepat kata temanku kiamat sudah dekat Seperti judul film ditahun dua ribu empat Namun kataku kiamat sudah lewat, tepat dihari saat mata indahmu tertutup rapat Memang pernah sesekali ada tawa, tapi hanyalah tawa tak bernyawa, tidak berarti apa-apa Haha.. terdengar tak berirama Sayangku yang paling agung Perkenankan sosok hampa ini mengecup pipimu yang sedingin udara gunung Perkenankan tangan kasar ini memeluk punggungmu semalaman Perkenankan telinga ini mendengar tawamu yang senantiasa mampu mencipta warna LAGI! Kini hanya ada warna hitam dan putih dalam hidupku sejak kau tidak lagi membersamai Pelabuhanku.. Sejak kepergianmu, Kapal yang tersesat ini senantiasa mencari pelabuhan lain untuk tempatnya singgah, namun semuanya terasa asing Tidak jarang kapal ini hampir karam ...

✨ Cerita tentang Baginda si pelukis bintang ✨

 Tangan beliau yang dingin kala itu ia genggam dengan erat agar dapat kembali hangat Beliau memang suka dingin, tapi ia sangat candu menggenggam tangan beliau Ia berharap agar perjalanan itu tak kunjung sampai agar ia dan beliau bisa tetap dekat di kursi yang bersebelahan tanpa gangguan dari si alien nakal Ia begitu menikmati perjalanan malamnya bersama dengan beliau Tiba-tiba ia memecah keheningan dengan berkata, "sebutkan hal apa yang sampai saat ini belum terpenuhi, jika saya bisa akan saya penuhi" "Sederhana kok, cuma ingin naik roket sembari makan satu buah kroket tanpa ada alien yang mengganggu" "Kali ini kita sedang naik roket bukan? Maaf kalau saya baru tau jika itu keinginan baginda, mungkin jika saya tau lebih awal, saya akan bawa satu peti kroket untuk baginda habiskan sendiri" "Gampang.. tenanglah! kapan-kapan kan masih bisa" Dan.. kapan-kapan itu tidak pernah terjadi lagi, sebab baginda telah diminta untuk balik kembali ke bulan untu...